Book Story//1
HUJAN BULAN JUNI (Novel)
Sarwono dan Pingkan
Kisah dua insan yang selalu memperdebatkan identitas antar daerah Jawa-Manado. Kisah kasih cinta yang dimulai dengan pertemuan tanpa sengaja. Sarwono yang zadul dengan puisi-puisi cengengnya, ternyata mampu membuat gadis bermata indah keturunan Jawa-Manado terpikat. Sebutlah ia Pingkan. Adik dari Toar teman Sarwono.
Tak ada banyak yang tahu, tentang kisah Sarwono dan Pingkan. Mungkin hanya beberapa saja, kisahnya dianggap tidak terlalu romantis seperti Romeo dan Juliet. Sarwono yang kurus, semampai, dan zadul mampu menaklukkan Pingkan, yang wajahnya mirip dengan putri Jepang.
Bagaimana mungkin?
Pingkan jatuh hati dengan cara Sarwono mencintainya. Cinta yang dirangkai sederhana, dengan ketulusan luar biasa. Cinta yang diberikan Sarwono kepada Pingkan hanya sebatas kemampuannya dalam mencintai. Dibumbui dengan sajak-sajak zadul yang dibuatnya sendiri. Tidak, tidak dengan bunga atau sebatang cokelat. Sajak-sajak penuh makna yang ia tulis untuk gadis cantik itu, ternyata mampu membuat Pingkan tak lekang mengingatnya. Sarwono tidak pernah mengajak Pingkan untuk menikmati kopi di cafe mahal. Sebatas hanya menemaninya ke store UNIQLO untuk persiapan pergi ke Jepang. Itu saja!
Entah, bagaimana akhir dari kisah ini. Sarwono jatuh sakit. Dia lelah, lelah karena pekerjaannya dan juga lelah karena sayapnya tidak utuh. Selama Pingkan pergi ke Jepang, banyak hal yang menjadi bumerang dalam pikirannya, terutama tentang Katsuo, si sontoloyo yang selalu berusaha mendekati putri Jepangnya itu. Karena sakitnya yang parah, Sarwono harus dibawa ke rumah sakit. Kata dokter ada cairan dalam paru-parunya. Pingkan, yang dikabari Toar mengenai kabar Sarwono bergegas meninggalkan pekerjaannya.
“Pingkan, Sarwono memberikan koran ini, katanya agar diserahkan kepadamu.” Ucap Toar.
Dengan sangat hati-hati, Pingkan membuka lipatan itu dan segera dilihatnya tiga buah sajak pendek di salah satu sudut halamannya.
(Sajak) /ii/
di jantungku
sayup terdengar
debarmu hening
di langit-langit
tempurung kepalaku
terbit silau
cahayamu
dalam intiku
kau terbenam.
Dengan kembalinya Pingkan,
Aku percaya, sejauh manapun jarak memisahkan dua insan yang saling mencintai pasti akan bersama kembali.
Selasa, 15 September 2020
Komentar
Posting Komentar